Brunei: Aidil Fitri 1440 H Maaf Zahir&Bathin

Ide menghabiskan aidil fitri di negara Brunei Darussalam berawal dari menonton travelvlog orang yang jalan-jalan di negara kaya tsb. Setelah mengintip tiket di web Air Asia, rasanya untuk jalan ke Brunei saat liburan Aidil Fitri masih oke dikantong.

Pdg-Kul-Bwn-Bwn-Kul-Pdg seharga 2.8 juta (Bahkan ini masih murah ketimbang harga tiket penerbangan domestik terendah jurusan Pdg-Jog yang menembus angka 3.5 juta untuk sekali terbang!). Saya sempat deg deg an karena waktu transit yang mepet dan antrian mengular imigrasi Malaysia di KLIA2.

Pesawat mendarat di Brunei International Airport pukul 4 pm. BIA sangatlah sepi, sesepi Bandar Seri Begawan yang akan saya temui kelak. Di BIA saya sempat menukar uang, mengambil uang di atm, makan siang dan menunaikan solat.

Shuttle bus dr Capital residency suites yang akan saya tempati tidak bisa dihubungi karena sayapun lupa memberitahukan kedatangan sebelumnya. Akhirnya dengan taksi saya menuju penginapan, sopir taksi orang melayu dan bahasa melayu Brunei sama dengan bahasa Melayu Malaysia, yang orang Indonesia bisa memahaminya.

Sesampai dihotel saya beristirahat sejenak, kemudian dengan berbekal peta petunjuk pihak hotel saya berjalan mengitari Bandar Seri Begawan yang sunyi menuju Masjid Omar Ali Saefuddin di tepian Sungai Brunei

Sore hari yang cerah. Kubah emas masjid berkilau ditempa cahaya matahari di rembang petang. Bahtera Mahligai yang ikonik berdiri menemani kemegahan masjid sementara disamping masjid, water taxi alias perahu mesin tempel silih berganti membelah sungai Brunei, mengantarkan turis berkeliling Kampong Ayer yang legendaris.

Saya mengalami muscle pain tungkai bawah setelah berjalan 5 km sehingga tertatih tatih menahan sakit. Sejauh mata memandang tidak ada tampak toko obat atau departement store. Saya pun menahan sakit dan haus sampai azan magrib menggema. Solat magrib di mesjid Omar Ali Saefuddin terasa menentramkan apalagi dimesjid tsb tersedia dispenser air dingin.

Malam merambati cakrawala negeri diutara Borneo ini. Malam sunyi dan syahdu yang mengalir tenang menggantikan siang.

Negara ini merupakan negara kaya yang tidak hanyut oleh kemewahan. Bahkan negara mungil ini pun sepi, bahkan pada Aidil Fitri ini (mungkin penduduk pada mudik kali ya)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s