MengKualalumpur lagi

Akhir Maret 2019, saya, seorang dokter dari Medan dan sekeluarga dokter dengan 2 anaknya dari Sungai Sapih melakukan liburan bersama ke Kuala Lumpur. Liburan ini sudah direncanakan semenjak 2 bulan sebelumnya.

Di KL kami menginap di casa residency, apartement yang sangat worth it.

Pada malam hari, jendela kamar di lantai 11 casa residency yang kami tempati berubah menjadi screen dengan wallpaper berupa kerlipan lampu pencakar langit

Liburan ini bukanlah liburan semalam di Malaysia, namun 3 malam. Cukup lelah memikirkan itinerary, jadi kami bergerak sesuai dengan apa yang diinginkan semesta saja. Selama di KL, kami menggrab kesana kemari.

Yang kami lakukan sesampai di apartemen hari pertama itu adalah berendam dikolam renang.

Sore hari, kami pun ngemall ke BTC hanya untuk makan subway dan shopping sepatu. Tentu saja saya ga ikutan belanja karena belum butuh sepatu.

Malam pertama di KL kami habiskan dengan ber sembahyang Isya di Mesjid Jamik.

Kemudian mengelilingi sungai lumpur dekat dataran merdeka yang sudah dipercantik. Setelah menyapa Tuhan dari negeri seberang dan juga menyapa malam dari pusat negeri Malaya ini, kami pun pulang ke apartemen. Tengah malam, pria pria dewasa menuju kawasan Bukit Bintang Alor Street untuk mencari sesuap nasi penambah berat badan, pulangnya belanja kebutuhan sarapan di 7-11.

Keesokan harinya, setelah sarapan ala kadar hasil memasak dipantry apartemen, kami mengunjungi para dewa di Batu Caves. Kami sampai di pelataran Batu Caves saat matahari sepenggalah naik. Begitu ramai orang Keling berziarah dan beribadah di Batu Caves, sementara umat nonhi menyemarakkan kegiatan keagamaan dengan berfoto foto disetiap sudut. Mungkin para dewa akan bingung, kenapa muslim yang anti berhala ikut menziarahinya.

Ketika panas sudah menyengat ubun ubun kami naik kereta api kembali ke KL sentral dan makan siang di NU sentral mall. Pada malam hari,kami menuju Suria Mall KLCC, namun dikarenakan harus mencari kacamata, semua orang lupa untuk sekedar berfoto di most iconic Malaysia’s skyscrapper,..yap Menara Kembar Petronas itu.

Keesokan harinya lagi, kami hanya duduk duduk menikmati hari diapartemen, siangnya mencari makan siang ke Pavilon Mall.

Lalu kembali ke apartemen dan malamnya keluar lagi mencari oleh oleh di Little India section. Larut malam, bertiga setelah menikmati makanan di Bukit Bintang, kami meluncur menuju menara kembar yang terlupakan. It is an obligation for tourist to take picture in front of that twin tower.

Keesokan harinya adalah hari pulang ke tanah air. Air Asia KLIA2-PDG menjadi jembatan pembatas terakhir antara indahnya liburan (dinegeri seberang) dengan real life (dinegeri seberangnya dari negeri seberang)

Liburan yang agak menyenangkan, always love KL.

Akhir Maret 2019

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s