Lombok

Mengunjungi spot wisata di Lombok saya lakukan disela-sela konferensi.

Tujuan pertama adalah ke Gili Trawangan.

Saya menginap di Aruna Senggigi Resort dikawasan Senggigi, pulau Lombok. Hotelnya lumayan bagus dan saya berbagi kamar dengan adik yang akan naik gunung Rinjani dengan temannya. Dari pantai didaerah Senggigi ini dapat dilihat puncaknya pulau Bali. Pada sore hari kita dapat menyaksikan matahari menyelinap dibalik Gunung Agung. Perjalanan dari hotel menuju pelabuhan Teluk Ponti memakan waktu sekitar 1 jam dengan taksi. Untuk mencapai Gili Trawangan kami memutuskan untuk menyewa speedboat agar dapat menghemat waktu (bukan menghemat uang…ckckcck). Penyeberangan melintas selat dapat ditempuh selama kurun waktu 15 menit dengan speedboat dari Teluk Ponti ke Gili Trawangan.

IMG_20180503_092520.jpg

Gili Trawangan merupakan sebuah pulau tropis mungil nan eksotis. Selain ditinggali oleh penduduk, pulau yang berpasir putih ini juga dijamuri oleh penginapan, resort dan kafe-kafe disepanjang garis pantainya. Banyak wisatawan domestik maupun mancanegara menikmati liburan disini, sehingga pulau kecil ini terkesan sangat ramai. Bule-bule berjemur dipesisirnya yang landai. Air laut di Gili Trawangan pun jernih, menampakkan isi didalamnya, memanggil-manggil untuk diselami. Karena saya tidak berminat snorkeling maupun diving, maka mengitari pulau secara malas dengan cidomo menjadi pilihan. Cidomo atau bendi atau andong merupakan pilihan selain sepeda untuk mengelilingi pulau dikarenakan kendaraan bermotor haram merayapi pulau kecil ini.

IMG_20180503_111824.jpg

Setelah puas bermandi sinar matahari (bukannya air laut), kami memutuskan untuk kembali ke hotel. Ada 2 gili lagi disamping gili Trawangan, yaitu Gili Meno dan Gili Air, ukuran pulaunya lebih kecil, namun juga disesaki oleh kafe dan resort plus turis-turisnya. Kami tidak menyinggahi kedua gili tersebut dikarenakan keterbatasan waktu, dana dan keinginan. Yang pasti, saya suka dengan Gili Trawangan, pengin tinggal disana agak beberapa lama, namun sepertinya tidak mungkin.

IMG_20180503_101648.jpg

Selanjutnya, saya mengunjungi sebuah Pura Batu Bolong di sekitar Senggigi.

Pura ini berada di atas sebuah batu di tepi pantai. Batunya ada lobangnya, mungkin dari sinilah pura dan daerah sekitarnya mendapatkan nama.

IMG_20180503_165029_HDR.jpg

Sepertinya penganut agama Hindu yang membangun pura ini sama alirannya dengan agama Hindu yang ada di pulau Seberangnya (Bali), karena pura nya terlihat mirip.

IMG_20180503_165100_HDR.jpg

Keesokan harinya, kami mengunjungi perkampungan tradisional suku Sasak Desa Sade. Bebenar tradisional, rumah-rumah berdinding anyaman bambu dengan atap ilalang, yang tak kalah tradisionalnya adalah bahwa penduduk setempat memakai kotoran kerbau untuk mengepel lantai rumah. Desa Sade sendiri terdiri dari 150 KK, menganut agama Islam tradisional dan mempunyai tradisi pernikahan dini serta kawin lari.

IMG_20180504_155822.jpg

Desa Sade menjadi primadona wisata pulau Lombok terkait budaya suku Sasak sebagai suku utama penghuni pulau Lombok. Di desa Sade juga dilestarikan tenunan khas Lombok.

IMG_20180504_162746.jpg

Tujuan terakhir adalah pantai Kuta Mandalika yang berpasir sebesar-besar merica.

IMG_20180504_171157.jpg

IMG_20180504_170616.jpg

Sekian pengalaman pertama berwisata (disela-sela konferensi) di pulau Lombok. Sangat berharap masih bisa diizinkan Tuhan untuk berwisata ke spot-spot lainnya, di dunia ini.

Bonus: Gunung Rinjani dari atas pesawat

IMG_20180505_105800.jpg

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s