Trip to Bandung

Bandung merupakan salah satu kota yang berkesan bagi saya. Saya suka dengan kota ini, selain banyak objek wisata alam, juga memiliki banyak mall untuk dieksplorasi.  Saya sudah beberapa kali bertandang ke Bandung dan tidak jemu-jemu. Pada awal Maret 2018, saya berkesempatan berkunjung ke Bandung dan menikmati beberapa spot penting didalam kota Bandung, ditemani oleh rerekan. Dengan maskapai Express air, yang melayani rute Padang-Bandung direct, saya mendarat di Hussein Sastranegara. Saya sedikit bingung ketika akan memilih transportasi dari bandara ke hotel Nyland Pasteur, pada awalnya mau memesan grabcar, namun tidak jadi, lalu mencari taksi, kemahalan dan pada akhirnya dengan sedikit berjalan kaki keluar bandara, saya memesan gojek, hanya 9 ribu rupiah, saya sudah terhindar macet dan sampai di hotel.

Hotel Nyland Pasteur yang saya pilih adalah berkat rekomendasi kawan, walaupun dengan harga murah, namun hotel ini saya nilai cukup worth it. Terletak di jalan utama dan dekat dengan beberapa pusat perbelanjaan dan permakanan. Udara Bandung mungkin tidak sesejuk dulu lagi, namun jika dibandingkan dengan Padang, Bandung jauh lebih sejuk, modern dan cantik (wkwkwwkwk). Saya ke Bandung seorang diri bak seorang backpacker, namun nyatanya selama di Bandung ditemani oleh kawan-kawan.

Keesokan hari, setelah sarapan di hotel saya mengitari daerah sekitar hotel dan setelah zuhur, dengan seorang kawan kami menuju Paris van Java untuk makan siang dan window shopping.  Tak banyak yang bisa kami lakukan, selain makan di se cambuang gadang bubur di Ta-Wan, karena si kawan jalan sambil ngemong balita. Muter-muter PVJ sudah menghabiskan hari. Seakan tidak mau hari habis begitu saja, kami segera berpindah ke Gramedia, namun apa hendak dikata, hujan dan macet serta tidak tersedianya ruang parkir mobil, kami akhirnya terperangkap di Tong Ji didalam Lotte Mart dan setelah agak magrib, kami meluncur ke hotel setelah membeli double portion of take away dishes didaerah sekitar RSHS.

IMG_20180303_135659.jpg

Alhamdulillah, malam harinya, seorang kawan lain datang, dan “tour guide” Bandung saya berganti orang. Dengan cekatan kami meluncur ke salah satu mall untuk makan malam. Kami sampai di mall Paskal 23, tepat saat hampir semua gerai makanan tutup, karena sudah hampir jam 10 malam. Pada akhirnya, setelah tawaf beberapa kali, kami ikutan antri di Burger King. Dan setelah dipikir ulang, ini adalah makan malam ke-3 saya hari itu.

Malam berlalu dan haripun berganti. Pada pagi hari, setelah sarapan di hotel, kami berdua memulai penelusuran hakiki kota Bandung. Kami merapat ke pusat kota dan bergabung dengan keramaian sunday morning market didaerah sekitar gedung sate. Kami memasuki museum geologi. Sebuah museum yang terawat dengan tiket masuk murah meriah. IMG_20180304_083513.jpg

Museum ini mengkoleksi semua jejenis bebatuan dan juga memamerkan struktur geologis bumi serta kerangka hewan dan manusia purba. Sebagai seorang penggemar kerangka, saya cukup puas berkunjung ke museum ini.

IMG_20180304_084915.jpg

Berbagai batuan alam ada sampel nya dimuseum yang katanya didirikan semenjak jaman kolonial ini. Sejenak saya merasa gedung dan tatanan museum geologi Bandung ini mirip dengan muzium negara Malaysia yang pernah saya kunjungi dua tahun silam.

IMG_20180304_091201.jpg

Bagian tengkorak berbagai spesies manusia ini merupakan sudut favorit saya. Walaupun bukan asli, namun tetap mempesona. Kata ilmu sejarah, antropologi, arkeologi dan paleontologi, sebelum zaman homo sapiens, ada berbagai spesies manusia yang pernah hidup dipermukaan bumi ini.

Setelah puas menjajal sudut-sudut museum, kami melanjutkan perjalanan menembus padatnya sunmor, menuju gedung Sate yang ikonik. Gedung ini katanya dibangun dengan menggabungkan ciri arsitektur lokal dengan kolonial. Dan pada saat kami berkunjung, sudah dibuka museum kecil dilantai bawah gedung sate. Gedung sate dibangun pada masa kolonial Belanda, dan sudah beberapa kali dialihfungsikan. Sekarang gedung sate adalah gubernuran Jawa Barat.

IMG_20180304_101030.jpg

Tepat saat berada di gedung sate, kami menyaksikan ada demo diluar pagar depan gedung sate, entah demo apa!. Setelah puas, kami keluar melalui pintu belakang gedung sate dan mencicipi makan khas Bandung (katanya) di sebuah tempat makan bernama pasar Cisangkuy. Sebenarnya terpikir juga, seandainya di Padang ada tempat-tempat semacam sunmor yang dikelilingi tempat-tempat legendaris dan tempat makan enak nan murah, pasti asikk..

IMG_20180304_103810.jpg

Enaakkkk….!!

Setelah kenyang, kami beranjak, mengaso dan solat zuhur di Mesjid Agung Jawa Barat didekat kawasan Asia Afrika. Sebelum solat Zuhur,kami masuk ke museum Asia Afrika (gedung tempat pernah berlangsungnya KAA pada tahun 1955).

IMG_20180304_115931.jpg

Setelah solat zuhur, kami memutuskan untuk makan siang di sebuah mall dan bertemu lagi dengan kawan yang pertama. Bertiga kami menyungkah dengan lahap disebuh tempat makan Jepang. Alhamdulillah kenyang. Semoga akan ada another trip to Bandung ahead. Amin.

Awal Maret 2018

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s