The Big Four of Forensic Anthropology Analysis

Dalam bidang kedokteran forensik peranan identifikasi sangatlah penting. Identifikasi bisa menjadi semakin kompleks ketika mayat yang didatangkan

ke dokter forensik dalam keadaan rusak berat, termutilasi atau berupa kerangka.

Antropologi forensik merupakan aplikasi cabang spesifik antropologi biologi

yang berbasis pada osteologi dan anatomi manusia dengan tujuan mengidentifikasi

individu untuk kepentingan hukum dan peradilan.

Ada empat hal pokok yang wajib disimpulkan oleh dokter forensik dalam rangka menegakkan identifikasi positif dari sekumpulan kerangka manusia, yaitu:

  1. Apakah ras dari pemilik kerangka?
  2. Apakah jenis kelaminnya?
  3. Berapakah perkiraan usia ketika matinya?
  4. Berapakah perkiraan tinggi badannya?

Tentunya keempat pilar yang dikenal sebagai the big four diatas baru bisa dilakukan ketika yang dihadapi oleh dokter forensik adalah sekumpulan tulang manusia satu individu. Selain itu, dokter forensik juga bisa melakukan analisis post mortem interval (perkiraan saat kematian), mencari tanda-tanda trauma/tanda-tanda patologis pada tulang untuk memperkirakan sebab kematian dan mencari tanda-tanda khusus lainnya untuk menyokong identifikasi.

Baik, pada tulisan ringan ini saya akan fokus pada the big four.

Perkiraan ras

Pada kerangka, tulang yang memberikan makna besar untuk racing ini adalah tulang tengkorak. Secara umum, pengelompokkan ras dibagi menjadi 3 yaitu ras Mongoloid, Kaukasoid dan Negroid. Politik apartheid tidak dapat diterapkan pada kerangka, karena apapun ras-nya, warna tulang tetap sama; orang Afrika warna tulang belulangnya tidaklah hitam!

Poin penting yang perlu diingat:

a. Mongoloid: chickbone (os zygomatikum) prominent/nyata

b. Kaukasoid: orthognatous face/wajah sempit

c. Negroid: prognatismus/bagian mulut monyong

Dari segi odontologi, ciri khas yang tidak boleh dilupakan adalah:

a. Lengkung palatum: Mongoloid berbentuk ellipsoid, Kaukasoid berbentuk paraboloic dan Negroid berbentuk hyperboloic

b. Insisivus shovel/gigi sekop: Mongoloid

c. Cusp/Tuberculum Carrabelli: Kaukasoid

Perkiraan jenis kelamin

Sexing kerangka yang paling bermakna adalah lewat analisis tulang-tulang pelvis/os coxae dan sacrum, diikuti oleh analisis tulang tengkorak dan tulang-tulang panjang. Pada textbook sering dijumpai pendeskripsian morfologi tulang belulang laki-laki dengan kata robust/kasar dan perempuan dengan kata gracile/halus.

a. Os coxae (Ilium, Iskium dan Pubis)

Laki-laki: sub pubic angle sempit, os ilium tegak, acetabulum dan foramen obturatorium besar, sendi sacroilium nyata dsb.

Perempuan: subpubic angle lebar, big pelvic outlet, jarak antar tulang ilium lebar dsb.

b. Cranium

Laki-laki: robust: protuberantia oksipitalis eksterna, prosesus mastoideus, arkus supersiliaris orbita, glabella, frontal boss

Perempuan: semua yang dinilai menjadi gracile

c. Femur

Laki-laki: semua landmark femur nyata, linea aspera nyata. Perempuan: semua landmark femur kurang nyata, linea aspera kurang nyata.

Perkiraan usia ketika mati

Yang paling reliabel, terutama untuk kelompok subadult (fetus,neonatus,baby,children,adolescent:0-20 tahun) adalah dental jika dibandingkan dengan skeletal. Untuk adult (usia diatas 30 tahun) dan pra-adult (20-30 tahun) untuk menilai perkiraan usia digunakan kombinasi beberapa metode.

a. Dental

Subadult melalui analisis pola erupsi gigi. Gigi manusia dibagi menjadi:

  1. Gigi susu/gigi desidui jumlahnya 20 buah: yang pertama erupsi adalah gigi insisivus medial rahang bawah.
  2. Gigi permanen jumlahnya 32 buah. Jika molar 3 (wisdom teeth) sudah tumbuh, maka seseorang sudah dianggap dewasa (18-25 tahun). Analisis perkiraan usia bisa dilanjutkan dengan menilai derajat atrisi/keausan gigi (derajat kepercayaan rendah). Pada dewasa juga dapat dilakukan analisis perubahan pada gigi, yang salah satunya bisa dinilai melalui metode Gustafson (6 parameter).

b. Analisis morfologi simfisis pubis dengan metode Suckey-Brooks: ada 6 fase perubahan morfologi simfisis pubis yang bisa dikomparasikan dengan tabel Suckey-Brooks untuk mendapatkan nilai range usia.

c. Analisis obliterasi sutura endocranial dengan metode Ascadi dan Nemeskeri: yang dianalisis sutura coronaria (6 seksi), sagitalis (4 seksi) dan lamboidea (6 seksi), skor yang didapatkan selanjutnya dibandingkan dengan tabel Ascadi dan Nemeskeri untuk mendapatkan nilai range usia.

d. Dan lain sebagainya: menilai ossifikasi berbagai tulang, analisis permukaan auricula os ilium, acetabulum, ujung sternal tulang iga, dsb

Perkiraan tinggi badan

Masukkan hasil pengukuran panjang tulang-tulang panjang ke rumus persamaan regresi yang cocok. Yang paling terpercaya adalah rumus persamaan regresi tinggi badan menurut Trotter dan Gletser untuk ras Mongoloid. Bisa dikombinasi dengan rumus persamaan regresi tinggi badan antropologi ragawi UGM.

 

Sebenarnya, selain dengan pengamatan, identifikasi antropologi bisa dilakukan secara antropometri (mengukur titik-titik tertentu pada tulang untuk mendapatkan index-nya, yang nanti akan dinterpretasikan), namun lazimnya, antroposkopi (pengamatan) sudah cukup memadai untuk identifikasi positif. Metode-metode identifikasi pada antroposkopi juga banyak, contohnya untuk memperkirakan usia ketika mati ada berbagai metode yang dapat dilakukan, namun prinsipnya, untuk pemeriksaan, pilihlah metode yang sesuai, reliabel dan mudah dilakukan.

Hasil pemeriksaan antropologi kemudian dituangkan kedalam Visum et Repertum ataupun surat keterangan medik lainnya. Karena penemuan kerangka paling sering terkait dengan masalah kriminal,maka VeR-lah yang paling sering sebagai produk akhir dari pemeriksaan kerangka. Pada beberapa senter pendidikan forensik di Indonesia, jika temuan kerangka mengarah ke kerangka dari masa lalu atau kerangka non-human, maka kerangka akan diserahkan kepada bagian paleoantropologi atau arkeologi untuk penatalaksanaan selanjutnya.

 

Sekian,

Semoga bermanfaat (walaupun tidak mendetail)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s