Zurich: Sungai, Uang kertas dan Helal Food

Waktu pertama kali memasuki dan melihat kota ini, yang melintas di batin adalah kok kotanya lusuh begini, ditambah pemandangan ada orang mandi di kali pula…heheheheh. Ternyata kami sedang berada dipinggiran kota Zurich, Switzerland, karena hotel Ibis budget kami berada dipinggiran kota. Didaerah yang bukan tujuan wisata, rasanya tidak banyak saya bisa menjumpai umat manusia lalu lalang dijalanan kayak di Indonesia di Eropa ini.IMG_20170803_165956_HDR

Sungai Lammar yang mengalir dari Danau Zurich sangatlah bersih dan berair bening sehingga penduduk kota pun ada yang memanfaatkan sungai ini untuk mandi-mandi (bukan untuk mandi seperti yang terjadi di sungai Batang Kuranji dahulu kala..hohoho)

IMG_20170803_173013_HDR

Sungai Lammar dipagari gedung-gedung megah dan semakin menawan oleh kawanan angsa. Nasib sungai di Eropa memang sangat beruntung, bisa menjadi tempat yang artistik, cantik dan romantik. Beda banget dengan nasib sungai di Sumatera Barat. Satu hal lagi yang perlu diappresiasi dari Swiss adalah Franc Swiss: mata uangnya yang eye catching! Swiss tidak memakai Euro sebagai mata uang karena bukan negara Uni Eropa.

IMG_20170803_165423

Karena saya tidak menyiapkan mata uang ini dari tanah air, maka tarik tunai ATM pun terjadi. 1 Francaswiss hampir sama harganya dengan 1 Euro, yang jika dirupiahkan tergantung kurs (ga tega nyebutin nilai konversinya..ckck).

Alhamdulillah ketemu gerai helal food diatas sungai Lammar. Seporsi Turkish doner kebab seharga 200ribu rupiah menjadi penutup perjalanan di Zurich, salah satu kota termahal didunia.

IMG_20170803_174912_HDR

Sebenarnya susah menyebut doner ini enak, namun dikarenakan lapar dan halal, seporsi doner (seporsi disini jumlahnya sama dengan sekuali) terasa lezat, mungkin juga dikarenakan bahan-bahannya terasa fresh dan krenyes-krenyes disaosi semacam mayones lalu dikasi bubuk cabe, isinya daging, sesayur,telor, tomat dsb.

IMG_20170803_173305_HDR.jpg

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s